Archive for September, 2007

FADILAH TARAWIH MALAM KE-14

Monday, September 24th, 2007

Setelah melewati kiamat, maka proses selanjutnya adalah proses penghisaban, atau semacam proses pengadilan, semua dari kita pasti akan dihisab alias diperiksa semua kelakuan kita di dunia se-detil2nya terhadap hal2 yg se-kecil2nya dengan data2 yg sangat lengkap + akurat dari para malaikat dan dilengkapi saksi yg tak mungkin bisa berbohong karena yg jd saksi adalah..ANGGOTA BADAN KITA SENDIRI!! yg langsung ngomong tentang perbuatan kita setiap detiknya di dunia.

Diwawancarai saat ngelamar kerja, ato diinterogasi polisi saja sudah susah dan menakutkan, aplg ditanya & mempertanggungjawabkan perbuatan di dunia..!! Ingin mendapat kemudahan saat dihisab?? Tarawihlah malam ini, krn fadilahnya tarawih malam ke 14 adl : Disaksi malaikat pada saat dihisab dan diberi kemudahan saat hisaban dilakukan.

PENTINGNYA NIAT PUASA!!! (wajib dibaca!)

Sunday, September 23rd, 2007

PENTINGNYA NIAT PUASA!!! (wajib dibaca!)

Mungkin tdk byk org tau, bahwa niat puasa itu termasuk salah 1 rukun puasa, jadi ga boleh terlewat wlopun karena alasan LUPA! Knp? Celaka klo sampe terlewat, krn puasa Ramadhan hukumnya wajib, maka niat puasa harus dilaksanakan maksimal sebelum imsyak, jika tidak?? Maka pada hari itu kita wajib berpuasa, tapi di luar Ramadhan kita harus meng-qada/menggantinya, rugi kan??

Bahkan sebagian ulama jumhur mengatakan, niat puasa harus dilaksanakan pada malam hari sebelum esoknya berpuasa, padahal kebanyakan kita suka lupa!! Maka dari itu, ada ulama yg mengatakan juga, pada mlm awal bulan Ramadhan, kita niatkan berpuasa 1 bulan langsung, jadi sekalinya lupa mengucap niat puasa pd hari yg bersangkutan, maka puasa kita tetap sah krn kita pernah berniat utk berpuasa 1 bulan lamanya.

Berikut petikan2 ttg niat puasa Ramadhan :

Niat puasa harus dilakukan pada malam hari sebelum masuk waktu shubuh. Istilah yang sering digunakan adalah tabyitunniyah, atau memabitkan niat. Maksudnya, di malam hari seseorang sudah harus berniat bahwa besoknya dirinya akan melaksanakan puasa.
Namun yang perlu diketahui, ketentuan tabyitunniyyah ini hanya berlaku pada puasa wajib saja, seperti puasa Ramadhan, puasa nadzar, puasa qadha’ dan puasa kaffarah saja. Sedangkan puasa-puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa ayyamul biiydh, puasa 6 hari bulan Syawwal dan seterusnya, tidak membutuhkan tabyitunniyah. Sehingga asalkan seseorang belum sempat makan dan minum sejak pagi, lalu tiba-tiba terbetik keinginnan untuk berpuasa, dia bisa langsung berpuasa.
Tinggal masalahnya, apakah niat puasa di bulan Ramadhan itu harus dilakukan tiap malam, ataukah bisa dilakukan hanya di malam pertama Ramadhan saja. Untuk menjawab masalah ini, rupanya para ulama berbeda pendapat.
1. Jumhur Ulama: Harus Setiap Malam
Menurut jumhur ulama, niat itu harus dilakukan pada setiap malam yang besoknya kita akan berpuasa secara satu per satu. Tidak bisa digabungkan untuk satu bulan.
Logikanya, karena masing-masing hari itu adalah ibadah yang terpisah-pisah dan tidak satu paket yang menyatu. Buktinya, seseorang bisa berniat untuk puasa di suatu hari dan bisa berniat tidak puasa di hari lainnya.
Oleh karena itu, jumhur ulama mensyaratkan harus ada niat meski tidak perlu dilafazkan pada setiap malam hari bulan ramadhan. Tanpa niat tiap malam, maka puasa menjadi tidak sah untuk dilakukan, lantaran seseorang tidak berniat puasa.
2. Kalangan Fuqaha Al-Malikiyah: Boleh Niat Untuk Satu Bulan
Sedangkan kalangan fuqaha dari Al-Malikiyah mengatakan bahwa tidak ada dalil nash yang mewajibkan untuk tiap malam melakukan niat yang terpisah. Bahkan bila mengacu kepada ayat Al-Quran Al-Kariem, jelas sekali perintah untuk berniat puasa satu bulan secara langsung dan tidak diniatkan secara hari per hari.
Ayat yang dimaksud oleh Al-Malikiyah adalah:
…Siapa yang menyaksikan bulan (Ramadhan) itu hendaklah dia berpuasa…(QS. Al-Baqarah: 185)
Menurut mereka, ayat Al-Quran Al-Kariem sendiri menyebutkan bahwa hendaklah ketika seorang mendapatkan bulan itu, dia berpuasa. Dan bulan adalah ism untuk sebuah rentang waktu. Sehingga berpuasa sejak hari awal hingga hari terakhir dalam bulan itu merupakan sebuah paket ibadah yang menyatu, tidak terpisah-pisah.
Dalam hal ini mereka membandingkannya dengan ibadah haji yang membutuhkan masa pengerjaan yang berhari-hari. Dalam haji tidak perlu setiap hari melakukan niat haji. Cukup di awalnya saja seseorang berniat untuk haji, meski pelaksanaannya bisa memakan waktu seminggu.
Demikian perbedaan pendapat di antara para ulama. Maka buat kita, rasanya tidak ada salahnya bila kita melakukan ikhtiyat, dengan cara kita berniat di awal Ramadhan untuk berpuasa sebulan, sebagaimana pendapat para ulama mazhab Malikiyah. Namun jangan lupa setiap malam untuk berniat lagi, demi memenuhi ijtihad jumhur ulama. Kalau seandainya terlupa, setidaknya sudah berniat di awal Ramadhan.

bulan memaafkan

Sunday, September 23rd, 2007

Alhamdulillah bulan suci Ramadhan sdh tiba, umat Islam akan mula menjalankan kewajiban berpuasa & ibadah lainnya. Tetapi tahukah anda…

Ketika dlm sebuah khotbah jumat menjelang Ramadhan Rasulullah saw mengucapkan 3x amin, ternyata beliau sdg mengamini malaikat yg sedang berdo’a : "Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);

* Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri;

* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

Dapatkah kita bayangkan, yang berdo’a adalah Malaikat dan yang meng-amiinkan adalah Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumaat. 

Oleh krn itu, ijinkan aq memohon maaf atas semua kesalahan & dosaaq kpd kalian semua, baik yang disengaja maupun yang tdk disengaja, semoga kita dapat menjalankan ibadah puasa dg khusyuk dan sempurna, sehingga pd saat keluar dr Ramadhan nanti kita termasuk org2 yg kembali fitri, kembali bersih, dan termasuk org2 yg memperoleh kemenangan atas hadiah yg dijanjikan Allah yaitu ridho, ampunan, dan surga-Nya, amin